Koding kotor vs bersih.

image as an illustration

Artikel ini lebih berfokus kepada Koding bersih (clean code).

  • - — Clean/Dirty Code aja ya ngetiknya nya biar lebih familiar hehe..

Apa sih Clean Code, kenapa itu berarti sekali ?

Clean code lebih ini tujuan nya agar kodingan itu mudah untuk ditulis, dibaca dan diperbaiki. Seringkali developer menghabiskan waktunya untuk memecahkan sebuah masalah sampai berhasil “worked”, tak jarang banyak developer yang asal kodingan nya berkerja tapi di dalam kodingan nya tidak bersih.

Sekarang saatnya untuk merapihkan nya, menghapus (zombie code) atau kodingan yang di comment ( /**/ atau // atau ## atau yang lain nya), tanyalah pada diri sendiri Akankah orang lain dapat memahami kodingan ini 6 atau 12 bulan kedepan?”.

Untuk dapat mengatakan bahwa sebuah Koding sudah memenuhi syarat Clean Code, terdapat beberapa kriteria yang harus diperhatikan yaitu :

  1. Coupling Rendah — code ditulisan dengan coupling yang serendah mungkin sehingga jika terjadi kesalahan, hanya bagian yang salah saja yang harus diperbaiki. Jika diumpamakan dalam kehidupan sehari-hari, hubungan antara baterai denga iphone adalah hubungan dengan coupling yang tinggi karena saat baterai iphone rusak maka seluruh handphone harus diganti. Sedangkan pada handphone nokia, couplingnya rendah karena jika baterainya rusak, cukup mengganti baterainya saja.
  2. Tinggi Cohhesion — kohesi yang tinggi membuat di dalam class dan komponen membuat code menjadi lebih simple, struktur code jadi lebih mudah dipahami.
  3. Class-class kecil — Jangan membuat class atau fungsi yang terlalu panjang sehingga tujuan atau fungsi dari class tersebut menjadi lebih jelas. Dan semakin panajng atau besar sebuah class akan semakin meningkat kemungkinan adanya bugs.
  4. DRY (Don’t Repeat Yourself) — hindari duplikasi. Jangan mengulangi class atau fungsi yang sama di dalam sebuah code.
  5. Nama yang sesuai — berikan nama untuk class, fungsi, dan variabel sesuai dengan fungsinya.
  6. Konsisten — mengikuti aturan yang sudah ditetapkan. Contohnya jika ditentukan bawah jika class terdiri dari lebih satu kata, maka nama class harus dipisahkan dengan _ antara katanya. Maka di semua code harus mengikuti aturan ini.
  7. Tanpa komentar — buatlah code sejelas mungkin sehingga tanpa menggunakan comment fungsi dari class terebut sudah dapat diketahui. Tujuan lain adalah untuk menghindari kebingungan antara comment dan isi code. Sering terjadi saat code diubah namun comment yang menjelaskan code tersebut tidak ikut diubah sehingga menimbulkan kebingungan bagi yang membaca code tersebut.

Dan apa sih Dirty Code?

Mungkin sebenarnya saat ini pengkodingan sudah sebaik mungkin dalam menulis koding, tapi Apasih yang membuat kodingan itu menjadi Dirty Code? Apapun yang membuatnya sulit untuk di modifikasi, Kodingnya abstrak, logika yang diulang-ulang, status global dan variabel, dependensi yang sangat erat, aliran yang berubah-ubah (maksudnya adalah loop yang berbelit-belit), variabel terpapar salah, variabel atau script yang tidak dipakai tapi ada dalam script, dll


Referensi ;
https://sis.binus.ac.id/2014/04/12/clean-code/
https://americanexpress.io/clean-code-dirty-code/

--

--

--

Software Engineer & Front-end Developer see_more ⤵ http://fauziferdiansyah.xyz/

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
Fauzi Ferdiansyah

Fauzi Ferdiansyah

Software Engineer & Front-end Developer see_more ⤵ http://fauziferdiansyah.xyz/

More from Medium

The cult around Bitcoin — Is it driven by curiosity, popularity, belief or mere investment?

The Future of Decentralization: An Interview with Paul Arssov, founder of ARS Technologies

Cover Letter for Toptal

Exploration of the wave protocol